Bagi pasangan yang baru menikah berikut ini tips agar memulai rumah tangga yang harmonis.
Menjaga komunikasi
Komunikasi merupakan salah satu hal penting dalam suatu hubungan. Jika ada sesuatu yang anda tidak suka pada pasangan katakan dengan jujur agar kelak tidak ada salahpaham dan menimbulkan pertengkaran.
Belajar mengerti dan mengamati
Setelah menikah anda akan banyak menghabiskan waktu bersamanya dan belajar hal baru dari pasangan anda. Manfaatkan kesempatan tersebut untuk memahami dan mengamati satu sama lain dengan begitu anda akan memahami apa kebiasaan, kesukaan dan kebutuhan pasangan.
Belajar menyesuaikan diri dengan keluarga
Anda dan pasangan memerlukan beberapa waktu untuk menyesuaikan diri dengan keluarga masing-masing. Anda dan dia harus meluangkan waktu untuk belajar dan memahami kebiasaan masing-masing.
Bersiap untuk perubahan
Pernikahan akan selalu membawa perubahan bagi setiap pasangan.karena itu setiap pasangan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dan terbiasa dengan perubahan tersebut.
Salam cincin nikah
Jumat, 08 April 2016
Kamis, 07 April 2016
Cara Beradaptasi Dengan Pasangan Pada Awal Pernikahan
Setelah menikah Anda harus mulai belajar untuk beradapatasi dengan pasangan karena setelah menikah Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda bersamanya. Berikut ini beberapa hal yang akan dihadapi saat memulai babak pertama dalam pernikahan Anda dan bagaimana cara beradaptasi dengannya.
Bangun dan Tidur
Mulai biasakan bangun pagi bersamanya dan melakukan tugas rumah tangga bersama. Berat memang saat pertama melakukannya dan jarang dari para pasangan suami istri yang berhasil melaluinya. Kenapa tidak jadi yang pertama berhasil melakukannya? Selain menyehatkan bagi tubuh Anda, hal ini bisa semakin menambah romantisme hubungan Anda dengan pasangan. Begitu halnya bila malam hari tiba. Jangan paksakan bila semua hal tidak terjadi seperti yang sudah Anda rencanakan, sampaikan secara halus kalau Anda mungkin nanti tertidur ketika dia pulang dan mintalah dia untuk mengerti kondisi Anda.
Kebiasaan Buruknya dan Anda
Cobalah tidak berusaha mengubah kebisaan-kebiasaan buruknya secara instan. Sadari kalau semuanya membutuhkan waktu untuk berubah terutama perilaku dan kebiasaan yang sudah sejak kecil dilakukan. Sama seperti halnya dengan Anda yang menginginkan dirinya untuk menerima masukan dari Anda dengan hati terbuka, hal yang sama juga harus Anda lakukan ketika salah satu kebiasaan buruk Anda mulai mengganggunya. Satu hal lagi yang perlu diingat, Anda pun bukan makhluk yang sempurna. Hanya karena pasangan Anda tidak pernah meributkannya, bukan berarti Anda terbebas dari kebiasaan buruk Anda.
Mulai Melupakan Hal Kecil
Bersahabat dengan sifat pelupanya yaitu lebih sabar menghadapinya dan jangan berhenti untuk mengingatkannya dengan janji-janji yang sudah dirinya buat dengan Anda. Mungkin hal ini bisa jadi hal yang melelahkan untuk Anda, tapi bukankah janji sehidup semati dalam suka dan duka sudah diucapkan bersama? Sehingga tidak ada kata melelahkan bagi Anda dan dirinya untuk saling mengingatkan agar lebih baik.
Jangan Berhenti Pacaran Dengannya
Walaupun predikat suami istri sudah melekat, tidak ada salahnya bagi Anda dan pasangan untuk tetap bertingkah seperti sepasang kekasih yang masih pacaran. Teruskan kegiatan malam minggu Anda bersama pasangan walaupun terkesan monoton, namun hal itu membuat suasana saat pacaran dulu masih bisa dirasakan hingga saat sudah berumah tangga.
Salam cincin nikah
Bangun dan Tidur
Mulai biasakan bangun pagi bersamanya dan melakukan tugas rumah tangga bersama. Berat memang saat pertama melakukannya dan jarang dari para pasangan suami istri yang berhasil melaluinya. Kenapa tidak jadi yang pertama berhasil melakukannya? Selain menyehatkan bagi tubuh Anda, hal ini bisa semakin menambah romantisme hubungan Anda dengan pasangan. Begitu halnya bila malam hari tiba. Jangan paksakan bila semua hal tidak terjadi seperti yang sudah Anda rencanakan, sampaikan secara halus kalau Anda mungkin nanti tertidur ketika dia pulang dan mintalah dia untuk mengerti kondisi Anda.
Kebiasaan Buruknya dan Anda
Cobalah tidak berusaha mengubah kebisaan-kebiasaan buruknya secara instan. Sadari kalau semuanya membutuhkan waktu untuk berubah terutama perilaku dan kebiasaan yang sudah sejak kecil dilakukan. Sama seperti halnya dengan Anda yang menginginkan dirinya untuk menerima masukan dari Anda dengan hati terbuka, hal yang sama juga harus Anda lakukan ketika salah satu kebiasaan buruk Anda mulai mengganggunya. Satu hal lagi yang perlu diingat, Anda pun bukan makhluk yang sempurna. Hanya karena pasangan Anda tidak pernah meributkannya, bukan berarti Anda terbebas dari kebiasaan buruk Anda.
Mulai Melupakan Hal Kecil
Bersahabat dengan sifat pelupanya yaitu lebih sabar menghadapinya dan jangan berhenti untuk mengingatkannya dengan janji-janji yang sudah dirinya buat dengan Anda. Mungkin hal ini bisa jadi hal yang melelahkan untuk Anda, tapi bukankah janji sehidup semati dalam suka dan duka sudah diucapkan bersama? Sehingga tidak ada kata melelahkan bagi Anda dan dirinya untuk saling mengingatkan agar lebih baik.
Jangan Berhenti Pacaran Dengannya
Walaupun predikat suami istri sudah melekat, tidak ada salahnya bagi Anda dan pasangan untuk tetap bertingkah seperti sepasang kekasih yang masih pacaran. Teruskan kegiatan malam minggu Anda bersama pasangan walaupun terkesan monoton, namun hal itu membuat suasana saat pacaran dulu masih bisa dirasakan hingga saat sudah berumah tangga.
Salam cincin nikah
Rabu, 06 April 2016
Cara Meredam Konflik Dengan Mertua
Masalah antara menantu dan ibu mertua bisa makin runyam ketika Anda dan ibu mertua tinggal serumah. Jika Anda masih pengantin baru, Anda bisa meredam konflik ini agar tinggal serumah tetap nyaman.
Pahami Bahwa Mereka Semakin Tua
Anak laki-laki biasanya manja dengan sang ibu, maka tidak heran jika ibu mertua Anda tidak ingin kehilangan anak kesayangannya. Banyak ibu mertua yang memicu konflik karena merasa bahwa dirinyalah yang paling mengerti kebutuhan si anak, sehingga mereka sering ngomel jika menantu perempuannya dianggap tidak becus, padahal Anda sudah melakukan hal terbaik.
Jika sudah begini, Anda memang harus meningkatkan rasa sabar dan memahami bahwa mereka makin tua. Makin tua usia seseorang, mereka sering dikejar ketakutan akan ditinggal, hidup sendiri dan sakit. Mayoritas ibu mertua lebih sering menyulut emosi hanya karena merasa tidak diperhatikan.
Bicarakan Semuanya Dengan Ibu Mertua
Bicara adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi hati. Jika Anda tinggal dengan mertua, ketahui aturan yang ada di rumahnya, agar Anda tidak sering kena 'semprot' akibat melanggar aturan yang belum Anda ketahui. Sebaliknya, jika mertua tinggal di rumah Anda, beritahukan dengan halus apa-apa saja yang menjadi aturan di rumah Anda.
Anda bisa mengajak suami bicara bersama-sama. Anda boleh mengeluarkan unek-unek atau menyampaikan apa yang menjadi aturan Anda dan suami. Bagaimanapun juga, setelah menikah, urusan rumah tangga mutlak milik Anda dan suami, orang tua sebaiknya tidak ikut campur kecuali jika diminta.
Minta Bantuan Suami
Jika Anda merasa kurang nyaman bicara langsung dengan ibu mertua, ungkapkan terlebih dahulu dengan suami Anda. Agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman, biarkan suami Anda yang bicara dengan Anda ada di sampingnya. Kadang cara ini agak sulit bila suami terlalu dekat dengan ibunya, kesalahan apapun yang dilakukan ibu seolah tak tampak dan hanya meminta istrinya sabar. Jika sudah begini, Anda, suami dan ibu mertua kembali lagi harus duduk bersama dan bicara.
Jangan Kabur
Seburuk apapun masalah yang terjadi dan sekesal apapun yang Anda rasakan pada mertua, jangan langsung pergi begitu saja meninggalkan rumah. Jika Anda butuh waktu sendiri, minta izin suami dan mertua, katakan Anda mau pergi ke mana dan kapan akan kembali, tentu saja jangan lebih dari sehari. Setelah itu kembali pada saran kami nomor 2. Saat pikiran sudah tenang, bicaralah dengannya.
Salam cincin nikah
Senin, 04 April 2016
Mengatasi Konflik Dengan Saudara Ipar
Konflik dengan saudara ipar bukan hal yang asing dalam hubungan rumah tangga. Tak perlu khawatir, berikut ini trik untuk mengatasinya.
Bersikap tenang
Terkadang saudara ipar selalu mencoba untuk berkompetisi dengan Anda. Jika ia pandai memasak, katakan dengan tulus bahwa makanannya sangat lezat. Perlihatkan padanya sikap tenang dan tunjukkan padanya Anda tidak ingin berkompetisi dengannya.
Tetapkan posisi Anda segera
Tentukan sikap Anda dan tetapkan batas sampai mana Anda akan terbuka dengannya. Jika ada pertanyaan-pertanyaan yang kurang Anda sukai, tak perlu merasa wajib untuk menjawab. Tolaklah dengan halus dan alihkan ke topik yang lain. Usahakan untuk tidak memberikan informasi yang terlalu bersifat pribadi tentang Anda dan pasangan. Jika terjadi konflik, bisa saja informasi tersebut digunakannya untuk menjatuhkan Anda.
Membalasnya dengan perbuatan baik
Terkadang hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah bersikap sopan dan ramah tanpa harus memperdulikan apa yang ia lakukan pada Anda. Bukan berarti Anda harus sering bertemu dengannya. Cukup sekali-sekali ajak ia bicara tentang hal-hal yang umum. Pembicaraan santai bisa membuat keadaan lebih nyaman antara Anda dengan saudara ipar.
Salam cincin nikah
Bersikap tenang
Terkadang saudara ipar selalu mencoba untuk berkompetisi dengan Anda. Jika ia pandai memasak, katakan dengan tulus bahwa makanannya sangat lezat. Perlihatkan padanya sikap tenang dan tunjukkan padanya Anda tidak ingin berkompetisi dengannya.
Tetapkan posisi Anda segera
Tentukan sikap Anda dan tetapkan batas sampai mana Anda akan terbuka dengannya. Jika ada pertanyaan-pertanyaan yang kurang Anda sukai, tak perlu merasa wajib untuk menjawab. Tolaklah dengan halus dan alihkan ke topik yang lain. Usahakan untuk tidak memberikan informasi yang terlalu bersifat pribadi tentang Anda dan pasangan. Jika terjadi konflik, bisa saja informasi tersebut digunakannya untuk menjatuhkan Anda.
Membalasnya dengan perbuatan baik
Terkadang hal terbaik yang harus Anda lakukan adalah bersikap sopan dan ramah tanpa harus memperdulikan apa yang ia lakukan pada Anda. Bukan berarti Anda harus sering bertemu dengannya. Cukup sekali-sekali ajak ia bicara tentang hal-hal yang umum. Pembicaraan santai bisa membuat keadaan lebih nyaman antara Anda dengan saudara ipar.
Salam cincin nikah
Minggu, 03 April 2016
Cara Agar Hubungan Lebih Harmonis
- Tetap Jaga Kepercayaan
Perlu diingat bersama, satu hal penting bahwa tidak selamanya Anda dan pasangan Anda akan selalu berada dalam indahnya dunia atau manisnya cinta seperti saat-saat pertama pacaran. Masalah yang dihadapi sudah mulai berbeda, perbedaan pendapat, salah paham, benturan-benturan kecil maupun besar, mau tak mau pasti akan terjadi dalam sebuah hubungan rumah tangga. Ketika dalam kondisi seperti ini, yang harus Anda lakukan adalah tetap memberikan kepercayaan seutuhnya pada pasangan. Karena bagaimanapun itu, sebuah kepercayaan dari pasangan adalah salah satu poin penting dalam menjaga hubungan agar tetap dalam keadaan baik-baik saja. Sekalipun mungkin pernah kepercayaan itu dilanggar, tapi percayalah, dengan tetap selalu setia dan memberikan kepercayaan itu, niscaya dengan seiring berjalannya waktu pasangan Anda akan segera menyadari kebesaran dan ketulusan cinta Anda.
- Bicara Dari Hati Ke Hati
Memang tidaklah mudah untuk bisa cepat-cepat menghilangkan kesalahpahaman atau konflik yang sedang meluap. Apalagi jika Anda dan pasangan Anda adalah pasangan muda. Perlu disadari, bahwa ketika pasangan sedang dilingkupi oleh amarah atau sedang dalam keadaan emosi yang tidak stabil, maka Anda lah yang harus pandai-pandai dalam menjaga emosi agar tidak terbawa arus dalam kemarahan yang sama. Bahkan Anda pun harus bisa menanggapi kekesalan atau emosi pasangan Anda dengan sikap yang tenang. Ketenangan yang Anda tunjukkan dapat membuat pasangan Anda untuk bisa diajak bicara dari hati ke hati.
- Penempatan Curhat Yang Benar
Mencurahkan segala isi hati dan pikiran atau yang lebih sering disebut dengan curhat itu memang ada saatnya diperlukan. Akan tetapi, tetaplah berhati-hati saat hal tersebut dilakukan pada waktu atau tempat yang tidak tepat, yang ada justru bisa menjadi boomerang. Bisa jadi Anda akan semakin terpojok dan berada pada keadaan yang lebih sulit. Maka dari itu, apabila terjadi sebuah kesalahpahaman, berusahalah untuk tetap menjaga diri. Artinya, jangan curhat pada orang lain yang tidak seharusnya mengerti masalah rumah tangga Anda dan pasangan. Apalagi pada orang yang belum tentu bisa diberi kepercayaan.
- Cari Suasana Yang Nyaman
Disaat terjadi sebuah konflik atau permasalahan dalam hubungan Anda dan pasangan, tentu suasana akan menjadi tegang, canggung, bahkan muncul rasa tidak nyaman satu sama lain. Nah, ada baiknya jika Anda mengajak pasangan Anda ke suatu tempat yang bisa membawa ketenangan dan kesejukan. Sehingga suasana pun bisa menjadi lebih relaks. Misalnya jika Anda atau pasangan menyukai suasana pegunungan, pantai atau tempat-tempat favorit Anda yang lain, itu bisa menjadi salah satu pilihan untuk menyelesaikan masalah diluar rumah. Persoalan-persoalan yang berat atau rumit sekalipun bisa menjadi lebih encer ketika suasana sudah lebih nyaman. Pada dasarnya tetap lah kembali pada kemauan untuk menyelesaikan persoalan.
- Ingatlah Pada Buah Hati Tercinta
Pada dasarnya cinta adalah anugrah. Dan hadirnya sang buah hati pun menjadi suatu anugrah yang tak terhingga. Seorang anak bisa menjadi penghibur, sehingga dapat mencairkan suasana beku yang muncul akibat perselisihan antara suami istri. Seorang anak juga akan mengingatkan Anda tentang bagaimana perjalanan cinta Anda dan pasangan Anda sehingga membuahkan anugerah paling istimewa tersebut. Maka dari itu, selalu ingat mereka disaat Anda sedang berselisih dengan pasangan. Jadikanlah mereka sebagai inspirasi untuk mengatasi permasalahan yang ada. Kepolosan, keluguan, serta ketulusan hati si buah hati juga dapat Anda jadikan pegangan untuk menciptakan suasana yang lebih harmonis lagi.
Salam cincin nikah
Sabtu, 02 April 2016
Kriteria Dalam Memilih atau Menyeleksi Calon Suami
Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon.
- Diutamakan lelaki yang baik agamanya.
- Mengkondisikan orang tua dan keluarga , Kadang ketidaksiapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak-kanakan, belum dapat bertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana) tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.
- Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah-langkah menuju proses selanjutnya.
- Taâ’ruf (Berkenalan) , Proses taâ’aruf sebaiknya dilakukan dengan cara Islami. Dalam Islam proses taâruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” QS 17:32).
- Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait , Bila setelah proses tâ’aruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak-pihak yang terkait.
- Istikhoroh , Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.
- Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah. Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq alaihi).
salam cincin nikah
Jumat, 01 April 2016
Cincin Kawin Beda Bahan
Bagi pasangan yang akan menikah dan sedang mencari sepasang cincin dengan beda bahan, sis/gan bisa langsung order di Duta Jewellery. Di sini tersedia bahan platinum, emas, palladium dan perak, selain itu bisa juga pesan dengan model yang diinginkan.
Duta Jewellery 1
Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok
HP : 08128698912
WA : 081317973662
PIN BB : 31735cd6
Duta Jewellery 2
Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
Langganan:
Postingan (Atom)







